Selasa, 05 Oktober 2010

Relevansi Teori Van Thunnen

  1. PENDAHULUAN

Von Thunen adalah orang pertama yang membuat model analitik dasar dari hubungan antara pasar, produksi, dan jarak .Teori Von Thunnen adalah salah satu dari Teori Lokasi yang banyak diperbincangkan oleh para ilmuwan professional. Teori ini cukup mendapat perhatian public karena teorinya yang dianggap masih relevan dengan sekarang. Walau pun dari teorinya ada juga yang kurang relevan dengan kondisi sekarang karena tidak lagi sesuai dengan perjalanan waktu yang membawa begitu banyak perubahan atau pada suatu kondisi masalah tertentu.

Teori lokasi akan selalu berhubungan dengan tata ruang (spatial order) dan keberadaan berbagai macam usaha baik kegiatan ekonomi maupun social. Sehingga keruangan ini akhrnya memiliki faktor-faktor yang mampengaruhi komponen yang meliputinya dan menjadikannya sebagai suatu yang harus dipenuhi agar terciptanya keruangan yang tepat atau baik, seperti factor biaya taransportasi yang dibutuhkan untuk menjangkau tempat tersebut dan prasarana jalan yang ada di tempat tersebut.

  1. RELEVANSI MODEL VAN THUNNEN DENGAN KONDISI SEKARANG DAN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPONEN KERUANGAN

  1. Relevansi Model Van Thunnen dengan Kondisi Sekarang
  1. Teori Von Thunnen yang masih relevan dengan kondisi sekarang contohnya adalah :

v Langkanya lahan yang tersedia di daerah perkotaan ditimbulkan dari banyaknya permintaan dari masyarakat sendiri yang ingin tinggal di lokasi tersebut. Sehingga mengakibatkan harga atau sewa dari nilai lahan tersebut menjadi sangat tinggi (sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran tentang semakin langka suatu barang dan permintaan juga meningkat dari pihak lain, maka harga barang akan mengalami kenaikan atau semakin tinggi). Dan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk tinggal atau mendirikan usahanya di daerah perkotaan adalah orang yang berkemampuan untuk membayar sewa tanah. Hal ini lah yang dikemukakan Von Thunnen dengan teorinya yang menyatakan bahwa tingkat sewa tanah adalah yang paling mahal di pusat pasar (kota) dan makin rendah apabila makin jauh dari pasar dan tidak semua orang dapat membayar harga dari sewa tanah/lahan yang diberikan.

v Asumsinya yang mengatakan bahwa terdapat suatu daerah terpencil atau pedesaan di sekitar daerah perkotaan yang cocok untuk tanaman dan peternakan dalam menengah dan akses prasarana jalan yang kurang mendukung. Wilayah dengan kondisi seperti ini banyak ditemui di daerah Sumatera dan Sulawesi.

  1. Teori Von Thunnen yang kurang relevan dengan kondisi sekarang ini diantaranya adalah:

v Asumsinya tentang pengolahan tanah yang manghasilkan diagram cincin dimana market center hanya ada satu saja. Padahal di daerah pengamatan tidak lagi hanya satu , tetapi ada dua pusat dimana petani menjual setiap komoditinya.

v Gambar model von Thunen di atas dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, menampilkan "isolated area" yang terdiri dari dataran yang "teratur", kedua adalah, kondisi yang "telah dimodifikasi" (terdapat sungai yang dapat dilayari). Pada isolated area dikatakan bahwa kualitas tanah dan iklim adalah tetap atau sama. Tentu saja ini kurang benar karena kondisi topografi dan kesuburan tanah tidak lah selalu sama. Karena pada dasarnya kondisi ini selalu berbeda—beda untuk tiap-tiap wilayah pertanian. Jadi untuk hasil pertanian yang diperoleh juga akan berbeda.

v Petani membawa hasil komoditinya dengan menggunakan gerobak menuju langsung pusat kota. Oleh karenya petani mencari keuntungan sebesar-besarnya. Hal ini cukup sulit diterima keseragaman biaya transportasi ke segala arah dari pusat kota yang sudah tidak relevan lagi, karena tergantung dengan jarak pemasaran dan bahan baku, dengan kata lain tergantung dengan biaya transportasi itu sendiri (baik transportasi bahan baku dan distribusi barang). Sehingga petani berhak untuk menjual komoditinya berdasarkan dari perhitungan pengeluaran yang dikeluarkan dan memperoleh keuntungan yang sewajarnya. Lagi pula sekarang teknolgi sudah berkembang, jadi tidak mungkin petani menggunakan gerobak saja untuk menjual produksinya.

  1. Faktor yang bisa mempengaruhi komposisi keruangan selain biaya transport adalah :
  1. Adanya market center yang nantinya akan menjadi tempat orang untuk menjalankan kegiatan usahanya, dapat berupa bisnis atau pun kantor-kantor pemerintah.
  2. Prasarana jalan yang baik dan kemudahan akses transportasi ke pasar kota juga menjadi salah satu dari faktor penentu komponen keruangan.
  3. Kesejahteraan masyarakat

Teori lahan Von Thunnnen berkaitan dengan komponen keruangan. Misalnya pada nilai lahan pertanian. Jika letak dari lokasi pertanian tidak terlalu jauh dengan daerah perkotaan, maka harga dari lahan pertanian tersebut akan semakin tinggi (sesuai dengan teori Von Thunnen yang menyatakan bahwa harga tanah akan semakin tinggi bila semakin dekat dengan daerah pusat). Selain berada di daerah perkotaan (pusat), harganya yang tinggi juga dipengaruhi oleh lokasi penduduk yang dekat dengan daerah lahan pertanian tersebut. Harga lahan pertanian juga akan semakin tinggi jika mempunyai jaringan drainase atau irigasi yang baik, letak dari lahan pertanian tersebut yang artinya aman tidaknya terhadap segala ancaman yang dapat mengganggu, dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah kualitas dari kesuburan tanah itu sendiri.

  1. KESIMPULAN

Teori model Von Thunnen ternyata masih cukup relevan dengan kondisi sekarang yaitu pendapatnya harga tanah yang mahal atau tinggi di jalan-jalan utama atau yang dekat dengan pusat dan akan makin rendah apabila menjauh dari jalan utama atau pusat. Namun ada juga yang lagi tidak relevan dengan sekarang karena adanya perubahan waktu yang jauh berbeda dan kurangnya diperhitungkannya perkembangan dari teknologi.

Komposisi dari keruangan selain dipengaruhi faktor biaya tansportasi, juga di pengaruhi market center, prasarana jalan, kemudahan transportasi dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar:

RELATIONSHIP

SCENE 3 th (LONG DISTANCE RELATIONSHIP) A.  SMS-AN/ CHAT Cewe : Aku kangen nih sama kamu sayang. Huhu  Kapan ya...