Rabu, 28 September 2011

DEMOGRAFI DAN KARAKTERISTIK KOTA

A. DEMOGRAFI KOTA

Demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah, yang strukturnya meliputi : Jumlah/populasi penduduk, Distribusi Persebaran dan Komposisi Penduduk. Struktur penduduk ini dapat selalu berubah-ubah dan perubahan ini disebabkan karena proses demografi yaitu : kelahiran, kematian dan migrasi penduduk. Jumlah penduduk berkaitan dengan spasial (keruangan). Oleh karena itu lah ilmu kependudukan (demografi) dibutuhkan dalam perencanaan selain itu, ilmu kependudukan juga membahas tentang perilaku masyarakat dan dampak yang ditimbulkan oleh penduduk baik dari segi komposisinya.

Karakteristik demografi sebuah kabupaten dapat dilihat dari ukuran dan pertumbuhan penduduk(fertilitas, mortalitas dan imigrasi), struktur penduduk(jenis kelamin, ratio umur penduduk), distribusi penduduk, komposisi rumah tangga (jumlah tanggungan dari setiap kepala keluarga) dan grafik migrasinya. Setiap karakteristik demografi membutuhkan ruang dalam pelaksanannya juga adanya aktivitas manusia yang terjadi dalamnya. Sedangkan perencanaan juga tidak terlepas dari pendekatan terhadap struktur masyarakat yang ada di ruang (wadah tempat manusia beraktivitas) sehinggga perencanaan tidak dapat terlepas dari demografi.

Lalu bagaimana ratio pertumbuhan penduduk di Indonesia? Salah satu contoh kabupaten yang dapat diamati adalah Kabupaten Semarang. Jumlah penduduk di Kabupaten semarang dari tahun ke tahun selau mengalami kenaikan dan pada tahun 2002 tercatat dengan 1.305.000 jiwa. Berdasarkan mata pencahariannya, penduduk Semarang dominan bekerja sebagai petani dan buruh hal itu disebabkan banyaknya lahan industri yang ada di Kabupaten Semarang.

Adanya perkembangan jumlah penduduk yang terus menerus meningkat dapat menimbulkan banyak masalah seperti semakin sempitnya ruang yang dibutuhkan untuk tinggal sehingga perlu adanya prediksi untuk berjaga-jaga untuk setiap kemungkinan yang ada. Prediksi yang dilakukan dapat mencakup tentang estimasi populasi di masa yang akan datang juga proyeksi terhadap jumlah rumah tangga yang akan ada.


B. KARAKTERISTIK KOTA

Kota merupakan sebuah wadah/tempat bagi orang-orang untuk melaksanakan segala aktivitasnya. Kota tidak dapat berdiri sendiri, perlu adanya interaksi dengan lingkungan sekitarnya (eksternal) dan dengan sistem kegiatan fungsional di dalamnya (internal). Jika dilihat dari pokok bahasan di bidang ilmu maka kota atau perkotaan dapat dipelajari di bidang geografi, sosiologi, engineering, planologi, dll.

Karakteristik kota dapat ditinjau dari berbagai berbagai aspek seperti:

a. aspek fisik (kawasan terbangun yang saling berdekatan, yang meluas dari pusatnya hingga ke wilayah pinggiran), contohnya: JOGLOSEMAR (Jogja, Solo, Semarang), dimana Semarang sebagai pusat industri dalam “golden triangle .

b. aspek sosial (konsentrasi penduduk yang membentuk suatu komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui konsentrasi dan spesialisasi tenaga kerja). Ketika jumlah penduduk kota sudah melebihi dari prediksi yang diperkirakan penduduk rencana maka kebutuhan fasilitas dan utilitas dan ruang yang mewadahinya juga akan meningkat sehingga akan terjadi kesenjangan penyebaran penduduk kota dalam penyediaan fasilitas dan utilitas penunjangnya.


c. aspek ekonomi (memiliki fungsi sebagai penghasil produksi barang dan jasa, untuk mendukung kehidupan penduduknya dan untuk keberlangsungan kota itu sendiri).


Perencanaan kota/perkotaan merupakan salah jenis perencanaan berdasarkan hierarki spasial, yakni pada tingkat/skala kota atau kawasan perkotaan dan berorientasi pada titik aspek spasial dan tata guna lahannya, yang dimaksudkan untuk mewujudkan peningkatan kualitas lingkungan kehidupan dan penghidupan masyarakat kota dalam mencapai kesejahteraan.

PERMASALAHAN TRANSPORTASI DI KABUPATEN SAMOSIR

Kabupaten Samosir merupakan salah satu kabupaten yang secara administratif berada dalam kawasan Provinsi Sumatera Utara dimana pulau ini dikelilingi danau yang dikenal dengan nama Danau Toba. Waktu tempuh yang diperlukan untuk menjangkau daerah ini dihitung dari Medan (ibu kota provinsi) sekitar 4-6 jam perjalanan melalui darat dan 45 menit lagi melalui laut (Danau Toba). Kabupaten Samosir merupakan kabupaten dimana sebagian besar pendapatan daerah ini diperoleh dari bidang pariwisata. Bidang pariwisata yang sangat dibanggakan di daerah ini ialah daya tarik alamnya yang sangat bagus.

Sebagai daerah pariwisata, Samosir seharusnya didukung dengan jaringan transportasi yang bagus. Jaringan transportasi yang dimiliki daerah ini yaitu jaringan jalan dan danau karena untuk menjangkau daerah ini maka harus menyeberangi danau Toba tersebut.Sayangnya sistem jaringan transportasi di daerah ini masih tergolong kurang karena tidak didukung dengan kondisi jalan yang bagus, jaringan jalan yang belum menjangkau seluruh masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan (di daerah Bukit Barisan) dan tidak didukung dengan sarana transportasi baik darat maupun danau yang memadai. Aktivitas masyarakat sebagian besar adalah bekerja di bidang perdagangan seperti menjual barang-barang suvenir juga menjual hasil alam dan budaya untuk dijual ke dalam maupun di sekitar kabupaten tersebut. Perdagangan yang ada di daerah ini belum memiliki sistem kelembagaan yang jelas sehingga setiap pedagang bebas menjual/membeli barang dari dalam mau pun luar pulau yang mengakibatkan kesemrawutan dalam proses distribusi barang. Aliran pergerakan yang timbul di dalam kabupaten ini adalah masyarakat yang melakukan perjalanan dari pusat aktivitas (Tomok sebagai pusat perbelanjaan)dan pusat pemerintahan (Pangururan ibu kota kabupaten) ke desa tempat mereka tinggal. Aliran pergerakan yang kedua adalah pergerakan masyarakat dari dalam ke luar pulau atau sebaliknya yang melakukan transaksi perdagangan atau rekreasi. Aliran pergerakan yang timbul tidak terlalu baik karena waktu tempuh yang menjadi sangat lama dan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan juga cukup mahal. Akibatnya jumlah wisatawan yang datang untuk berkunjung ke Samosir menjadi berkurang dari tahun ke tahun yang tentu saja akan merugikan masyarakat khususnya yang bermata pencaharian sebagai pedagang souvenir. Hal ini juga mengurangi jumlah pemasukan yang masuk ke pendapatan daerah Samosir.

Untuk mengatasi permasalahan aksesibiltas yang timbul di Kabupaten Samosir maka perlu diintervensi komponen penting yang mendukungnya yaitu transportasi dan aktivitas masyarakat di dalamnya. Jaringan transportasi harus diintervensi dengan memperbaiki kualitas jalan-jalan yang sudah tidak layak, membuat jaringan jalan baru yang mampu menjangkau ke daerah-daerah yang jauh dari pusat juga membuat aturan waktu bagi sarana transportasi agar beroperasi dengan waktu yang telah ditentukan sehingga dapat berfungsi secara optimal. Selain itu, perlu juga diadakan intervensi bagi aktivitas masyarakat pedagangnya agar membentuk suatu lembaga perdagangan agar lebih terstruktur dalam ditribusi barang.

RELATIONSHIP

SCENE 3 th (LONG DISTANCE RELATIONSHIP) A.  SMS-AN/ CHAT Cewe : Aku kangen nih sama kamu sayang. Huhu  Kapan ya...