Senin, 27 Februari 2012

LISTEN MY STORY

Tuhan..

Ketika aku mulai bingung dengan apa yang ada di depan ku

Selalu ku berpikir dengan siapa kah orang yang tepat untuk tempat ku bercerita?

Aku sibuk menimbang, siapakah orang yang tepat sebagai tempat ku untuk mengadu dengan memikirkan agar nama baik ku tidak tercoreng atau aib ku tidak terbuka.

Aku bahkan terkadang hanya menceritakan masalah atau kisah ku berdasarkan dari kepentingan ku saja karena takut melalui masalah itu, aku akan menjadi orang yang patut dipersalahkan. Munafik memang. Tetapi itulah aku...

Tuhan..

Saat orang yang ku harapkan tidak dapat memberikan solusi, aku mulai bingung.

Aku gelisah dan mulai panik.

Aku bahkan tidak melirik Mu, mencoba memintai pendapat Tuhan. Aku bahkan mencoba mencari alternatif lain dengan mencari orang yang tepat yang bisa sebagi tempat ku bercerita. Aku terjebak dengan pemikiran ku sendiri dan jawaban manusiawi yang kuterima dari orang-orang yang kumintai pendapat. Aku terperangkap! Tetapi itu tidak membuat ku untuk mencoba menanyakan masalah itu kepada MU. Aku hidup dengan pemikiran ku sendiri.

Saat tidak ada jawaban atas apa yang telah terjadi..

Aku hanya bisa menangis, meratapi nasib dengan gaya bodoh dan tidak berdaya.

Bermodal mata sembab dan lemah, aku mulai teringat padaMU. Aku mulai berpikir untuk mencari jawabannya di dalam Mu. Tetapi ada satu hal bodoh yang aku pikirkan meskipun secara tidak sadar ketika aku menanyakannya kepadaMu. Aku memang menanyakannya padaMu namun itu semua aku lakukan karena aku telah bingung dan lelah untuk mencari jawaban atas apa yang aku alami. Aku sudah tidak kuat. Bukan karena aku berserah kepada Mu melainkan karena aku telah menyerah (kibarkan bendera putih). Jika Tuhan menjawab dan memberikan pilihan-pilihan untuk apa yang kepertanyakan, maka aku akan mengucap syukur. Apabila Tuhan belum menjawabnya maka aku hanya bisa beranggapan bahwa aku memang layak untuk menerimanya.

Picik sekali bukan??

Aku bahkan berpikiran sangat dangkal terhadap Tuhan Ku..

Itu karena aku kurang mengenalnya sehingga aku tidak mengetahui karakter-karakter yang ada padaNya. Aku tidak mengenalNya bahkan ketika usia ku mulai beranjak tua. Aku tetap tidak dapat mengenalNya secara penuh. Aku mencoba memikirkanNya sebagai kekasih atau sahabat terbaik ku namun aku tidak pernah menganggapNya sebagai seorang kekasih. Aku meninggalkanNya! Aku mencari pertolongan lain ketika aku sedang mengalami sesuatu masalah. Namun lucunya, Dia selalu bersikap baik kepada ku, bersikap seolah aku selalu berbuat baik dan setia terhadapNya. Aku malu terhadap diri ku sendiri. Aku sering merasa tidak layak untuk meminta apa pun kepada Tuhan. Aku tidak layak menerima CINTA setulus dan sebesar itu. Aku hanya seseorang yang tidak pernah menganggap kekasih atau sahabat ku dengan baik. Aku lebih sering mengecewakan Tuhan dari pada menyenangkan hatiNya. Tetapi kadang dengan angkuhnya, aku menuntut terlalu banyak hal dari. Aku bersungut ketika Dia tidak menjawab permintaan ku dengan mengirimkan jawaban yang yang lebih bagus dan tidak kusadari. Aku bertindak semena-mena terhadap Tuhan.

Itulah aku!!

Aku yang tidak pernah puas akan kekasih yang aku miliki. Tetapi aku bersyukur karena dengan bimbingan Roh Kudus, aku selalu diberikan kerinduan untuk kembali rujuk dengan kekasihku. Terimakasih Roh Kudus yang selalu memberikan kerinduan itu sehingga aku tidak hilang terlalu jauh. Aku tidak terdampar diantara keyakinanku dimana beberapa orang mencoba untuk beranggapan bahwa meraka tidak menerima kasih atau cinta dari Mu. Biarlah kerinduan ku semakin ditambahkan dan ditambahkan lagi untuk lebih mengenal kekasih ku yaitu Tuhan.

How about you guys?

Have you known your beloved well?

Sincerely,

Fransisca S.

Tidak ada komentar:

RELATIONSHIP

SCENE 3 th (LONG DISTANCE RELATIONSHIP) A.  SMS-AN/ CHAT Cewe : Aku kangen nih sama kamu sayang. Huhu  Kapan ya...